modulmerdeka.com – Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah pedoman yang menyatakan apa yang harus siswa tunjukkan untuk membuktikan bahwa mereka mencapai setiap Tujuan Pembelajaran (TP) dalam Kurikulum Merdeka.
KKTP diformulasikan sejak awal perencanaan Modul Ajar atau RPP oleh guru sehingga berfungsi sebagai acuan asesmen formatif dan sumatif.
KKTP menggantikan istilah ‘ketuntasan’ di Kurikulum 2013, mengutamakan refleksi proses dan capaian nyata kompetensi.
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) biasanya berbentuk angka mutlak (misalnya 75) tanpa penjelasan interpretatif.
Sebaliknya, KKTP menekankan deskripsi konkret terhadap kompetensi yang dikuasai siswa, dan menggunakan rentang nilai seperti 70–80, 81–90 dipasangkan dengan keterangan prestasi atau kategori tertentu.
Perbedaannya mencakup hal-hal berikut:
KKTP diturunkan dari Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP), yang disusun dari Tujuan Pembelajaran di dalam ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) setiap fase. Tujuannya untuk memberikan refleksi pembelajaran dan data diagnostik kompetensi siswa.
Setiap satuan pendidikan harus menyusun KKTP sesuai konten TP, aktivitas pembelajaran, dan instrumen asesmen yang relevan.
Misalnya TP: peserta didik mampu menjelaskan manfaat energi lingkungan. IKTP mencakup deskripsi, uraian, hubungan kausal, dsb. KKTP dikelompokkan berdasarkan rubrik: di bawah 60 belum mencapai, 61–70 cukup, 71–80 baik, 81–100 sangat baik. Setiap kategori disertai deskripsi konkret dalam laporan hasil belajar.
KKTP memberi guru panduan reflektif: jika siswa belum mencapai TP, guru bisa melakukan intervensi tepat. Data juga membantu menyusun laporan rapor yang lebih personal dan akurat bagi setiap siswa, bahkan yang memiliki nilai numerik sama tetap bisa dibedakan prestasinya.
1. Apa KKTP itu?
KKTP adalah indikator deskriptif/kuantitatif yang menunjukkan ketercapaian kompetensi siswa terhadap tujuan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.
2. Bagaimana KKTP berbeda dari KKM?
KKTP bersifat deskriptif dan menggunakan interval angka, sedangkan KKM hanya angka mutlak tanpa deskripsi.
3. Kapan guru menyusun KKTP?
Guru menyusunnya saat merencanakan Modul Ajar atau RPP, bersamaan dengan IKTP.
4. Berapa indikator yang harus dicapai siswa?
Biasanya minimal 60 % indikator terpenuhi dari total indikator yang diturunkan.
5. Bisakah hanya menggunakan deskripsi tanpa angka?
Bisa. Jika sesuai konteks guru tidak perlu rentang numerik.
6. Apa manfaat KKTP dalam laporan rapor?
Memberikan informasi yang personal dan konkret tentang capaian siswa, bukan hanya angka.
KKTP adalah kunci memastikan bahwa penilaian dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya numerik, tetapi informatif dan bersifat diagnostik. KKTP memungkinkan guru menyampaikan laporan capaian belajar yang lebih terarah.
Bagi situs pendidikan seperti modulmerdeka.com, artikel ini menjadi panduan lengkap bagi guru dan pengambil kebijakan untuk merancang asesmen yang bermakna, menguatkan praktik pembelajaran, dan meningkatkan personalisasi layanan pendidikan.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com