modulmerdeka.com – Perangkat ajar Seni Tari Kelas 6 SD MI Kurikulum Merdeka berbasis deep learning dirancang untuk membantu guru melaksanakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kompetensi.
Seni tari tidak hanya diposisikan sebagai keterampilan gerak, tetapi juga sebagai media ekspresi, penguatan karakter, dan pemahaman budaya. Oleh karena itu, penyusunan perangkat ajar perlu memperhatikan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu.
Pendekatan deep learning dalam Kurikulum Merdeka menekankan pemahaman mendalam, keterkaitan konsep, serta penerapan dalam situasi nyata.
Pada mata pelajaran Seni Tari, pendekatan ini diterapkan melalui eksplorasi gerak, analisis makna tari, praktik kreatif, dan refleksi proses berkarya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik untuk mengalami, mencoba, dan menyimpulkan.
Perangkat ajar yang lengkap minimal memuat beberapa komponen penting agar proses pembelajaran berjalan sistematis. Komponen tersebut meliputi capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, asesmen, serta media dan sumber belajar.
Capaian pembelajaran menjadi dasar arah kompetensi yang harus dikuasai siswa. Dalam Seni Tari Kelas 6, capaian umumnya mencakup kemampuan memahami unsur tari, menirukan dan mengembangkan ragam gerak, menampilkan karya tari sederhana, serta menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya seni.
Alur tujuan pembelajaran disusun sebagai turunan dari capaian pembelajaran. Tujuan dirinci menjadi beberapa pertemuan, misalnya mengenal unsur ruang, waktu, dan tenaga dalam tari, mempraktikkan pola lantai sederhana, hingga menyusun rangkaian gerak menjadi bentuk pertunjukan mini.
Modul ajar berisi skenario pembelajaran yang operasional. Di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, pertanyaan pemantik, aktivitas eksplorasi, serta rencana asesmen. Modul ajar deep learning biasanya memuat aktivitas observasi video tari, diskusi makna gerak, praktik berkelompok, dan refleksi individu.
Strategi pembelajaran deep learning pada Seni Tari Kelas 6 berfokus pada pengalaman langsung dan proses kreatif. Guru dapat memulai dengan stimulasi berupa tayangan pertunjukan tari daerah atau tari kreasi. Dari tayangan tersebut, siswa diajak mengidentifikasi unsur gerak, kostum, iringan, dan pesan yang disampaikan.
Tahap berikutnya adalah eksplorasi. Siswa mencoba berbagai ragam gerak dasar berdasarkan tema tertentu, misalnya gerak terinspirasi alam atau aktivitas sehari hari. Guru memberi ruang percobaan sehingga siswa tidak hanya meniru, tetapi juga memodifikasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan elaborasi, yaitu menyusun rangkaian gerak menjadi komposisi tari sederhana.
Proses ini dilakukan secara berkelompok agar melatih kolaborasi. Setiap kelompok mendiskusikan tema, memilih gerak, menentukan urutan, dan mencoba pola lantai.
Tahap refleksi menjadi ciri penting deep learning. Setelah praktik, siswa diajak menceritakan proses kreatifnya, kesulitan yang dihadapi, serta solusi yang ditemukan. Refleksi membantu memperdalam pemahaman, bukan sekadar menyelesaikan tugas gerak.
Asesmen pada Seni Tari Kelas 6 tidak hanya berbentuk tes tertulis, tetapi lebih menekankan penilaian kinerja dan proses.
Guru dapat menggunakan rubrik untuk menilai ketepatan gerak, ekspresi, kekompakan, dan kreativitas. Penilaian juga dapat mencakup aspek sikap seperti kerja sama dan tanggung jawab.
Asesmen formatif dilakukan selama proses latihan melalui observasi dan umpan balik langsung. Asesmen sumatif dapat berupa penampilan tari sederhana di akhir unit pembelajaran. Selain itu, penilaian diri dan penilaian antarteman dapat diterapkan untuk melatih kejujuran dan apresiasi.
Perangkat ajar yang baik juga mencantumkan media dan sumber belajar yang relevan. Guru dapat memanfaatkan video tari tradisional dan modern, musik pengiring sederhana, kartu ragam gerak, serta ruang kelas atau halaman sekolah sebagai tempat praktik.
Sumber belajar tidak harus selalu digital. Lingkungan sekitar dapat menjadi inspirasi gerak. Misalnya gerak bertema pertanian, permainan tradisional, atau aktivitas sosial di sekitar siswa. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih kontekstual dan mudah dipahami.
Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 6 SD MI Kurikulum Merdeka berbasis deep learning membantu guru menghadirkan pembelajaran seni yang aktif, reflektif, dan bermakna.
Dengan perencanaan yang sistematis, strategi eksploratif, serta asesmen autentik, pembelajaran seni tari mampu mengembangkan keterampilan gerak sekaligus karakter dan apresiasi budaya peserta didik. Artikel ini dapat menjadi acuan awal dalam menyusun perangkat ajar yang siap diterapkan di kelas.

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Seni Tari untuk Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com