modulmerdeka.com – ATP atau Alur Tujuan Pembelajaran merupakan komponen penting dalam perencanaan pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. ATP berfungsi sebagai peta jalan yang menuntun guru dalam mengurutkan tujuan pembelajaran secara logis, bertahap, dan bermakna.
Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SD/MI, penyusunan ATP perlu memperhatikan tahap perkembangan literasi awal peserta didik serta pendekatan Deep Learning yang menekankan pemahaman mendalam, keterlibatan aktif, dan pembelajaran kontekstual.
Dalam fase awal sekolah dasar, Bahasa Indonesia berperan sebagai fondasi kemampuan berkomunikasi, membaca, dan menulis.
Oleh karena itu, ATP tidak hanya menyusun urutan materi, tetapi juga merancang pengalaman belajar yang memperkuat keterampilan menyimak, berbicara, membaca permulaan, dan menulis sederhana secara terpadu.
ATP disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran pada fase A. Guru menerjemahkan capaian tersebut menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional.
Tujuan ini kemudian diurutkan dari yang paling sederhana menuju keterampilan yang lebih kompleks. Urutan ini harus menunjukkan kesinambungan kompetensi dan memberikan ruang penguatan melalui praktik berulang.
Pada pendekatan Deep Learning, setiap tujuan pembelajaran tidak berhenti pada aktivitas permukaan seperti mengenal huruf atau membaca kata, tetapi diarahkan pada pemaknaan.
Peserta didik diajak memahami isi, menghubungkan dengan pengalaman, dan mengomunikasikan kembali dengan bahasanya sendiri.
Penyusunan ATP Bahasa Indonesia Kelas 1 SD/MI sebaiknya mengikuti beberapa prinsip utama. Pertama, berorientasi pada kemampuan dasar literasi.
Fokus utama ada pada pengenalan bunyi, huruf, kata, dan kalimat sederhana. Kedua, berurutan dan bertahap. Tujuan pembelajaran disusun dari menyimak bunyi, mengenal simbol, membaca suku kata, hingga memahami kalimat pendek.
Ketiga, kontekstual. Materi dan aktivitas belajar dikaitkan dengan lingkungan terdekat peserta didik seperti keluarga, sekolah, dan aktivitas harian. Keempat, bermakna. Setiap tujuan pembelajaran dirancang agar dapat diterapkan dalam komunikasi nyata, bukan sekadar latihan teknis.
ATP Bahasa Indonesia Kelas 1 umumnya mencakup empat ranah kemampuan. Ranah pertama adalah menyimak. Peserta didik dilatih memahami instruksi lisan, cerita pendek, dan percakapan sederhana. Ranah kedua adalah berbicara. Peserta didik mampu memperkenalkan diri, menyebutkan benda, serta menjawab pertanyaan sederhana.
Ranah ketiga adalah membaca permulaan. Fokus pada pengenalan huruf, bunyi huruf, suku kata, kata, dan kalimat sangat sederhana. Ranah keempat adalah menulis permulaan. Peserta didik belajar menebalkan huruf, menyalin kata, dan menulis kalimat pendek dengan bantuan.
Pendekatan Deep Learning dalam ATP Bahasa Indonesia menekankan aktivitas belajar yang aktif dan reflektif. Guru tidak hanya meminta peserta didik membaca kata, tetapi juga mengaitkan kata tersebut dengan gambar, benda nyata, atau pengalaman.
Misalnya saat belajar kata tentang anggota tubuh, peserta didik diminta menunjuk, menyebutkan fungsi, dan menggunakannya dalam kalimat lisan.
Deep Learning juga mendorong penggunaan pertanyaan pemantik. Guru dapat bertanya apa isi cerita, siapa tokohnya, dan apa yang terjadi. Dengan cara ini, kemampuan memahami makna berkembang sejak awal, bukan hanya kemampuan melafalkan teks.
Contoh alur tujuan pembelajaran dapat disusun secara bertahap. Peserta didik mampu mengenali bunyi dan bentuk huruf vokal. Peserta didik mampu mengenali huruf konsonan dasar. Peserta didik mampu membaca suku kata terbuka.
Peserta didik mampu membaca kata sederhana yang sering ditemui. Peserta didik mampu memahami makna kata melalui gambar dan konteks.
Tahap berikutnya, peserta didik mampu membaca kalimat sangat sederhana. Peserta didik mampu menjawab pertanyaan tentang kalimat yang dibaca. Peserta didik mampu menyalin kata dan kalimat pendek dengan tulisan terbaca. Urutan ini dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan.
Guru dapat mengembangkan ATP dengan memetakan Capaian Pembelajaran menjadi unit-unit kecil yang terukur. Setiap tujuan diberi indikator keberhasilan yang jelas. Guru juga dapat menambahkan variasi aktivitas seperti membaca nyaring, permainan kata, kartu huruf, dan cerita bergambar.
Kolaborasi antar guru kelas awal juga dianjurkan agar ATP yang disusun selaras dan berkesinambungan. Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk menyesuaikan alur dengan kecepatan belajar peserta didik.
ATP Bahasa Indonesia Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning membantu guru merancang pembelajaran literasi awal yang terarah dan bermakna.
Dengan alur tujuan yang runtut, kontekstual, dan berfokus pada pemahaman, proses belajar menjadi lebih efektif. ATP yang disusun dengan baik akan menjadi fondasi kuat bagi perkembangan kemampuan berbahasa peserta didik pada tahap selanjutnya.

Name: ATP Bahasa Indonesia Kelas 1 SD/MI
Format: Word
Size: 33.6 KB
File Compatible: Windows 7/8/10/11

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com