modulmerdeka.com – Sastra merupakan bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dua bentuk karya sastra yang sering dipelajari di berbagai jenjang pendidikan adalah puisi dan pantun.
Keduanya tidak hanya menyimpan nilai estetika bahasa, tetapi juga mengandung pesan moral, budaya, dan nilai-nilai kehidupan yang luhur.
Dalam Kurikulum Merdeka, penguatan literasi melalui pemahaman puisi dan pantun menjadi salah satu fokus utama untuk membangun karakter dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Puisi adalah karya sastra yang disusun dengan pilihan kata yang indah dan bermakna, biasanya memiliki irama, rima, dan makna tersirat.
Puisi menyampaikan perasaan, pemikiran, dan pengalaman penyair dalam bentuk yang padat dan ekspresif.
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang terdiri atas empat baris, dengan rima a-b-a-b. Dua baris pertama disebut sampiran, sedangkan dua baris berikutnya adalah isi yang mengandung pesan atau makna.
Pantun banyak digunakan dalam budaya lisan Melayu dan Indonesia, sebagai media komunikasi, hiburan, dan pendidikan.
Untuk membaca dan menganalisis puisi, penting memahami strukturnya, antara lain:
Struktur pantun sangat khas dan mudah dikenali:
Puisi:
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Analisis:
Pantun:
Pergi ke pasar membeli mangga
Mangga ranum dipilih-pilih
Jangan suka berkata dusta
Nanti hidupmu jadi sulit
Analisis:
Mempelajari puisi dan pantun bukan hanya soal estetika bahasa, tetapi juga membentuk karakter siswa. Dalam puisi, siswa belajar memahami emosi dan empati.
Dalam pantun, mereka belajar menghargai kearifan lokal dan nilai budaya. Hal ini sangat sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan karakter, literasi, dan berpikir kritis.
Selain itu, kemampuan membaca dan menganalisis karya sastra melatih daya pikir abstrak, imajinasi, dan keterampilan komunikasi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca dan menganalisis puisi serta pantun dalam Bahasa Indonesia adalah kegiatan penting dalam pembelajaran sastra.
Dengan memahami struktur, gaya bahasa, dan makna yang terkandung, siswa tidak hanya mampu mengapresiasi keindahan bahasa, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial.
Pembelajaran sastra seharusnya menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi bagi peserta didik dalam mengenal diri, masyarakat, dan budaya bangsa.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com