modulmerdeka.com – Perangkat ajar Seni Tari kelas 9 SMP MTs dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendorong pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna.
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran seni tidak hanya menekankan penguasaan teknik gerak, tetapi juga pemahaman konsep, makna budaya, serta kemampuan refleksi dan kreasi peserta didik.
Oleh karena itu, guru perlu menyiapkan perangkat ajar yang terstruktur, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Perangkat ajar menjadi fondasi utama agar proses pembelajaran tidak berjalan secara spontan, melainkan terarah sesuai capaian pembelajaran. Dalam Seni Tari, perangkat ajar membantu guru mengelola pengalaman belajar yang melibatkan unsur apresiasi, eksplorasi, kreasi, dan presentasi karya.
Perangkat ajar pada Kurikulum Merdeka tidak hanya berisi rencana mengajar, tetapi satu paket dokumen yang saling terhubung.
Untuk mata pelajaran Seni Tari kelas 9, komponen utamanya mencakup ATP, modul ajar, instrumen asesmen, serta media dan sumber belajar.
Alur Tujuan Pembelajaran disusun berdasarkan capaian pembelajaran fase D. ATP memetakan tujuan belajar menjadi urutan logis dari materi dasar hingga proyek atau karya tari sederhana. Penyusunan ATP perlu memperhatikan tingkat kesulitan gerak, pemahaman unsur tari, dan kemampuan interpretasi siswa.
Modul ajar menjadi dokumen operasional yang langsung digunakan saat mengajar. Isinya memuat tujuan pembelajaran, profil pelajar Pancasila yang ditargetkan, materi pokok, langkah kegiatan, serta rencana asesmen. Modul ajar Seni Tari idealnya memuat aktivitas praktik yang dominan, bukan hanya teori.
Instrumen asesmen meliputi penilaian proses dan hasil. Dalam Seni Tari, penilaian tidak cukup berbentuk tes tertulis, tetapi juga rubrik performa, observasi gerak, penilaian proyek, dan refleksi diri.
Pendekatan deep learning dalam Seni Tari menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan gerak. Peserta didik diajak memahami alasan di balik suatu ragam gerak, makna simbolik tarian, serta konteks sosial budayanya.
Guru dapat merancang pembelajaran berbasis masalah dan proyek. Misalnya, siswa diminta menganalisis satu tari tradisional, mengidentifikasi unsur ruang, waktu, dan tenaga, lalu mengembangkan variasi gerak baru. Proses ini melatih analisis, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan artistik.
Deep learning juga menekankan refleksi. Setelah praktik tari, siswa diarahkan menulis atau menyampaikan refleksi tentang kesulitan, strategi latihan, dan pesan yang ingin disampaikan melalui gerak. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih sadar proses.
Penyusunan modul ajar Seni Tari kelas 9 perlu memperhatikan keseimbangan antara teori dan praktik. Materi teori difokuskan pada unsur tari, bentuk penyajian, dan nilai budaya. Praktik diarahkan pada eksplorasi dan penciptaan.
Langkah kegiatan dapat dibagi menjadi tiga tahap. Tahap awal berisi apersepsi dan pengenalan konteks tari. Tahap inti berisi eksplorasi gerak, latihan teknik, diskusi makna, dan pengembangan karya. Tahap penutup berisi presentasi, umpan balik, dan refleksi.
Media pembelajaran dapat berupa video tari, contoh musik pengiring, lembar analisis gerak, serta panduan visual pola lantai. Pemanfaatan media digital mendukung pembelajaran lebih konkret dan mudah dipahami.
Asesmen pada Seni Tari sebaiknya menggunakan kombinasi beberapa teknik. Asesmen formatif dilakukan selama proses latihan melalui observasi dan catatan guru. Asesmen sumatif dapat berupa penampilan tari individu atau kelompok.
Rubrik penilaian perlu disiapkan sejak awal. Aspek yang dinilai dapat meliputi ketepatan gerak, ekspresi, kekompakan, pemahaman konsep, dan kreativitas. Selain penilaian guru, penilaian teman sebaya dan penilaian diri juga relevan untuk membangun kesadaran belajar.
Dokumentasi performa melalui rekaman video dapat menjadi bagian portofolio. Portofolio membantu melihat perkembangan keterampilan siswa dari waktu ke waktu.
Perangkat ajar Seni Tari kelas 9 juga perlu mengintegrasikan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan tari kelompok menumbuhkan gotong royong dan komunikasi. Analisis tari tradisional menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Proses penciptaan karya mendorong kreativitas dan kemandirian.
Dengan perangkat ajar yang dirancang berbasis deep learning, pembelajaran Seni Tari tidak hanya menghasilkan siswa yang mampu menirukan gerak, tetapi juga memahami makna, menghargai budaya, dan mampu berkreasi.
Inilah tujuan utama pembelajaran Seni Tari dalam Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pengalaman belajar yang mendalam dan berkelanjutan.

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Seni Tari untuk Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com