Perangkat Ajar Seni Rupa Kelas 1 SD/MI

modulmerdeka.com – Perangkat ajar Seni Rupa Kelas 1 SD MI dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk membantu guru membangun pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Pendekatan deep learning dalam konteks ini bukan berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan, tetapi menekankan pembelajaran mendalam yang membuat siswa mengalami, mengeksplorasi, dan merefleksikan proses berkarya seni secara langsung.

Pada fase awal sekolah dasar, pembelajaran seni rupa berfokus pada pengenalan unsur visual sederhana seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur. Perangkat ajar menjadi fondasi penting agar guru dapat menyusun kegiatan yang runtut, terukur, dan tetap fleksibel sesuai karakter siswa.

Komponen Utama Perangkat Ajar Seni Rupa Kelas 1

Perangkat ajar yang baik tidak hanya berisi materi, tetapi juga skenario pembelajaran yang utuh. Dalam praktik Kurikulum Merdeka, perangkat ajar minimal memuat beberapa komponen penting.

Pertama adalah capaian pembelajaran fase A yang menjadi acuan tujuan akhir. Guru perlu menerjemahkannya menjadi tujuan pembelajaran per pertemuan yang sederhana dan operasional.

Kedua adalah alur tujuan pembelajaran. Alur ini menyusun urutan kemampuan dari yang paling dasar seperti mengenal alat gambar, hingga mampu membuat karya visual sederhana.

Ketiga adalah modul ajar. Modul ajar berisi tujuan, langkah kegiatan, media, asesmen, dan refleksi. Modul ini menjadi panduan praktis saat proses belajar berlangsung.

Keempat adalah instrumen asesmen. Asesmen dalam seni rupa kelas 1 lebih menekankan observasi proses, keberanian mencoba, dan kerapian berkarya, bukan hanya hasil akhir.

Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Seni Rupa

Pendekatan deep learning dalam seni rupa menekankan tiga hal utama, yaitu pemahaman, keterlibatan, dan refleksi. Siswa tidak hanya diminta menggambar atau mewarnai, tetapi juga diajak memahami apa yang mereka buat dan rasakan.

Guru dapat memulai dengan aktivitas mengamati objek sekitar seperti daun, rumah, atau mainan. Setelah itu siswa mengekspresikan hasil pengamatan dalam bentuk gambar. Proses ini membuat pembelajaran tidak sekadar meniru, tetapi mengalami.

Keterlibatan aktif juga penting. Siswa diberi kesempatan memilih warna, alat, dan cara menggambar. Pilihan ini menumbuhkan rasa memiliki terhadap karya.

Refleksi dilakukan secara sederhana, misalnya dengan bertanya tentang bagian gambar yang paling disukai siswa. Ini membantu membangun kesadaran diri sejak dini.

Strategi Penyusunan Modul Ajar Seni Rupa

Dalam menyusun modul ajar Seni Rupa Kelas 1, guru perlu menggunakan bahasa instruksi yang sederhana dan konkret. Setiap langkah kegiatan sebaiknya singkat dan jelas.

Kegiatan awal dapat berupa apersepsi visual seperti menunjukkan gambar atau benda nyata. Kegiatan inti berisi praktik langsung, misalnya menggambar garis dengan berbagai alat atau membuat kolase kertas warna.

Kegiatan penutup diisi dengan pameran mini di kelas. Siswa menempelkan karya dan saling melihat hasil teman. Ini membangun apresiasi dan rasa percaya diri.

Media pembelajaran tidak harus mahal. Kertas bekas, majalah lama, daun kering, dan krayon sederhana sudah cukup untuk mendukung pembelajaran bermakna.

Model Asesmen dalam Perangkat Ajar Seni Rupa

Asesmen pada seni rupa kelas awal menggunakan prinsip autentik. Guru menilai berdasarkan proses dan sikap selama berkarya. Instrumen yang dapat digunakan antara lain lembar observasi dan daftar cek sederhana.

Aspek yang diamati misalnya keberanian mencoba, kemampuan mengikuti instruksi, penggunaan warna, dan kerapian dasar. Guru juga dapat menambahkan catatan anekdot singkat untuk setiap siswa.

Portofolio karya sangat dianjurkan. Setiap hasil gambar disimpan sehingga perkembangan kemampuan visual siswa dapat terlihat dari waktu ke waktu.

Integrasi Profil Pelajar Pancasila

Perangkat ajar Seni Rupa dapat dihubungkan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Nilai kreatif tercermin saat siswa membuat karya unik. Nilai mandiri muncul saat mereka menyelesaikan gambar sendiri. Nilai gotong royong dapat dibangun melalui proyek karya kelompok sederhana.

Guru dapat merancang proyek kecil seperti membuat poster kelas bertema kebersihan atau alam. Selain melatih keterampilan visual, kegiatan ini juga menanamkan nilai karakter.

Perangkat ajar Seni Rupa Kelas 1 SD MI Kurikulum Merdeka berbasis deep learning membantu guru menghadirkan pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna.

Dengan modul ajar yang terstruktur, strategi praktik langsung, serta asesmen autentik, proses belajar seni rupa menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kreativitas sejak dini. Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mengalami proses berpikir dan merasakan seni secara utuh.

Download contoh Perangkat Ajar Seni Rupa Kelas 1 SD/MI

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Seni Rupa untuk Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

  • ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
  • CP (Capaian Pembelajaran)
  • KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
  • PROSEM (Program Semester)
  • PROTA (Program Tahunan)
  • Modul Ajar

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Jelajahi Artikel Lainnya