Perangkat Ajar Seni Rupa Kelas 5 SD/MI

modulmerdeka.com – Perangkat ajar Seni Rupa Kelas 5 SD MI dalam Kurikulum Merdeka berbasis pendekatan Deep Learning dirancang untuk membangun pemahaman konseptual, keterampilan praktik, serta kepekaan estetika peserta didik secara utuh.

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga pada proses eksplorasi, refleksi, dan pemaknaan visual. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan pengalaman belajar agar siswa mampu mengamati, menafsirkan, mencipta, dan mengomunikasikan karya seni secara sadar dan terstruktur.

Pendekatan Deep Learning dalam Seni Rupa menekankan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berkelanjutan.

Siswa diajak menghubungkan konsep seni dengan lingkungan sekitar, budaya lokal, serta pengalaman pribadi. Dengan demikian, perangkat ajar yang disusun harus mendukung aktivitas eksploratif, kolaboratif, dan reflektif.

Komponen Utama Perangkat Ajar Seni Rupa Kelas 5

Perangkat ajar yang efektif setidaknya memuat beberapa komponen pokok agar proses pembelajaran berjalan sistematis dan terukur.

Komponen tersebut meliputi capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, instrumen asesmen, serta media dan sumber belajar.

Capaian pembelajaran menjadi dasar arah kompetensi yang harus dicapai siswa. Pada Seni Rupa Kelas 5, capaian umumnya mencakup kemampuan memahami unsur dan prinsip seni rupa, mengembangkan teknik berkarya dua dimensi dan tiga dimensi, serta menampilkan sikap apresiatif terhadap karya sendiri dan orang lain.

Alur tujuan pembelajaran disusun bertahap dari kemampuan dasar menuju keterampilan yang lebih kompleks. Urutan tujuan membantu guru merancang aktivitas yang runtut, sehingga proses belajar tidak terputus dan setiap tahap memiliki indikator keberhasilan yang jelas.

Modul ajar berisi skenario pembelajaran lengkap, mulai dari tujuan, langkah kegiatan, strategi diferensiasi, hingga bentuk asesmen. Dalam pendekatan Deep Learning, modul ajar perlu memuat aktivitas investigasi visual, diskusi makna karya, dan proyek kreatif berbasis masalah.

Karakteristik Pendekatan Deep Learning dalam Seni Rupa

Pendekatan Deep Learning memiliki beberapa ciri penting yang perlu tercermin dalam perangkat ajar. Pertama, pembelajaran berbasis pemahaman, bukan sekadar meniru contoh. Siswa diajak menganalisis mengapa sebuah karya memiliki bentuk, warna, dan komposisi tertentu.

Kedua, pembelajaran berbasis proses. Guru memberi ruang pada tahapan mencoba, merevisi, dan menyempurnakan karya. Kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses kreatif, bukan kegagalan.

Ketiga, pembelajaran kontekstual. Tema karya dikaitkan dengan lingkungan, budaya daerah, atau isu sederhana di sekitar siswa. Misalnya membuat poster pelestarian lingkungan, motif ragam hias lokal, atau desain kemasan produk sederhana.

Keempat, adanya refleksi. Di akhir kegiatan, siswa diminta menjelaskan ide, teknik, dan pesan dari karya yang dibuat. Refleksi memperkuat kesadaran artistik dan kemampuan komunikasi visual.

Strategi Penyusunan Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5

Dalam menyusun modul ajar, guru dapat memulai dari pemilihan tema besar yang dekat dengan kehidupan siswa. Dari tema tersebut diturunkan beberapa aktivitas proyek. Setiap proyek memuat pertanyaan pemantik yang mendorong rasa ingin tahu dan penalaran visual.

Langkah pembelajaran dapat dibagi menjadi tahap orientasi, eksplorasi, kreasi, dan refleksi. Pada tahap orientasi, guru mengenalkan konsep dan contoh karya.

Tahap eksplorasi diisi dengan pengamatan dan percobaan teknik. Tahap kreasi menjadi inti kegiatan berkarya. Tahap refleksi digunakan untuk presentasi dan umpan balik.

Strategi diferensiasi perlu dicantumkan dalam modul ajar. Guru dapat membedakan tingkat kompleksitas tugas, pilihan media, atau bentuk output karya sesuai kesiapan siswa. Dengan demikian, setiap peserta didik tetap dapat berkembang optimal.

Asesmen dalam Perangkat Ajar Seni Rupa

Asesmen Seni Rupa dalam Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning tidak hanya menilai produk akhir, tetapi juga proses dan pemahaman. Instrumen asesmen dapat berupa rubrik karya, jurnal proses, lembar observasi, dan refleksi diri siswa.

Rubrik penilaian sebaiknya memuat aspek ide, kreativitas, penerapan unsur seni rupa, teknik, dan kemampuan menjelaskan karya. Penilaian proses mencakup partisipasi, ketekunan, dan kemampuan memperbaiki pekerjaan berdasarkan masukan.

Asesmen formatif dilakukan selama proses berlangsung untuk memberi umpan balik cepat. Asesmen sumatif dilakukan pada akhir proyek atau unit pembelajaran untuk melihat ketercapaian tujuan secara menyeluruh.

Peran Media dan Sumber Belajar

Media dan sumber belajar sangat menentukan kualitas pengalaman belajar Seni Rupa. Guru dapat memanfaatkan bahan sederhana seperti kertas, kardus, kain, dan bahan alam. Sumber visual dapat berasal dari karya seni daerah, galeri virtual, atau dokumentasi karya seniman.

Pemanfaatan teknologi juga dapat dimasukkan, seperti membuat sketsa digital sederhana atau presentasi karya menggunakan slide. Namun penggunaan teknologi tetap diarahkan untuk memperdalam pemahaman, bukan sekadar variasi alat.

Dengan perangkat ajar yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi Deep Learning, pembelajaran Seni Rupa Kelas 5 SD MI dalam Kurikulum Merdeka dapat berlangsung lebih bermakna.

Siswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun cara berpikir kreatif, apresiatif, dan reflektif yang berguna untuk perkembangan jangka panjang.

Download contoh Perangkat Ajar Seni Rupa Kelas 5 SD/MI

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Seni Rupa untuk Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

  • ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
  • CP (Capaian Pembelajaran)
  • KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
  • PROSEM (Program Semester)
  • PROTA (Program Tahunan)
  • Modul Ajar

Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Jelajahi Artikel Lainnya