Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 10 SMA/MA

modulmerdeka.com – Perangkat ajar Seni Tari Kelas 10 SMA MA dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendorong pembelajaran yang aktif, reflektif, dan berbasis pengalaman.

Pendekatan deep learning dalam pembelajaran seni tari menekankan pemahaman mendalam, proses eksplorasi kreatif, serta kemampuan peserta didik dalam menginterpretasikan gerak, makna, dan konteks budaya tari. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator proses artistik dan apresiasi.

Perangkat ajar menjadi fondasi penting agar proses pembelajaran berjalan terarah, terukur, dan tetap fleksibel sesuai karakteristik satuan pendidikan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, perangkat ajar tidak bersifat kaku, melainkan adaptif dan kontekstual.

Komponen Utama Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 10

Perangkat ajar Seni Tari Kelas 10 umumnya mencakup beberapa komponen inti. Pertama adalah Capaian Pembelajaran yang menjadi rujukan kompetensi akhir fase.

Capaian ini memuat kemampuan memahami konsep tari, mengekspresikan gerak, mengapresiasi karya tari, serta mencipta bentuk gerak sederhana hingga terstruktur.

Kedua adalah Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP. ATP disusun sebagai rangkaian tujuan yang berurutan dari awal hingga akhir fase. Dalam seni tari, ATP dapat disusun mulai dari pengenalan unsur dasar gerak, eksplorasi ruang dan waktu, pemahaman pola lantai, hingga penciptaan komposisi tari sederhana.

Ketiga adalah modul ajar. Modul ajar menjadi panduan operasional kegiatan belajar. Di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran, profil pelajar Pancasila yang dikembangkan, materi inti, langkah kegiatan, asesmen, dan refleksi.

Modul ajar seni tari idealnya memuat aktivitas praktik, observasi video tari, diskusi makna gerak, dan proyek penciptaan karya.

Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Seni Tari

Pendekatan deep learning dalam seni tari menekankan tiga unsur utama yaitu pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, dan refleksi berkelanjutan. Peserta didik tidak hanya meniru gerak, tetapi memahami alasan, makna, dan struktur gerak tersebut.

Pada tahap awal, guru dapat mengajak peserta didik menganalisis contoh karya tari. Analisis mencakup unsur gerak, tenaga, ruang, dan waktu. Tahap berikutnya adalah eksplorasi, di mana peserta didik mencoba mengembangkan variasi gerak berdasarkan stimulus tertentu seperti tema, musik, atau cerita.

Tahap penciptaan menjadi inti deep learning. Peserta didik merancang rangkaian gerak secara sadar, menguji, memperbaiki, dan menampilkan. Setelah praktik, dilakukan refleksi untuk menilai proses dan hasil. Refleksi ini penting untuk membangun kesadaran artistik dan kemampuan evaluatif.

Strategi Penyusunan Modul Ajar Seni Tari

Dalam menyusun modul ajar Seni Tari Kelas 10, guru perlu memperhatikan karakter materi yang berbasis praktik. Kegiatan pembelajaran sebaiknya dibagi menjadi tiga tahap yaitu pengenalan, pendalaman, dan penciptaan.

Pada tahap pengenalan, modul berisi aktivitas apersepsi, pengamatan karya tari, dan diskusi konsep. Pada tahap pendalaman, peserta didik melakukan latihan teknik dan eksplorasi gerak. Pada tahap penciptaan, peserta didik mengembangkan karya secara individu atau kelompok.

Modul ajar juga perlu memuat diferensiasi pembelajaran. Peserta didik dengan kemampuan gerak tinggi dapat diberi tantangan komposisi lebih kompleks, sementara yang masih dasar fokus pada penguasaan unsur gerak utama.

Perencanaan Asesmen dalam Perangkat Ajar

Asesmen dalam Seni Tari tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses. Oleh karena itu, perangkat ajar perlu memuat asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.

Asesmen diagnostik digunakan untuk mengetahui pengalaman awal peserta didik terhadap tari. Asesmen formatif dilakukan selama latihan dan eksplorasi gerak. Asesmen sumatif dapat berupa penampilan karya tari.

Instrumen asesmen dapat berbentuk rubrik performa, jurnal proses kreatif, dan lembar refleksi. Aspek yang dinilai meliputi teknik gerak, kreativitas, ekspresi, kerja sama, dan pemahaman konsep.

Integrasi Profil Pelajar Pancasila

Perangkat ajar Seni Tari sangat relevan untuk menguatkan Profil Pelajar Pancasila. Nilai gotong royong muncul dalam kerja kelompok. Kreativitas berkembang melalui penciptaan gerak. Bernalar kritis tumbuh saat menganalisis karya tari. Berkebinekaan global tercermin dari pengenalan tari nusantara dan mancanegara.

Dengan perangkat ajar yang tersusun sistematis dan berbasis deep learning, pembelajaran Seni Tari Kelas 10 SMA MA tidak hanya menghasilkan keterampilan gerak, tetapi juga membentuk kepekaan rasa, pemahaman budaya, dan kemampuan berekspresi secara utuh.

Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menempatkan pengalaman belajar bermakna sebagai pusat proses pendidikan.

Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 10

Download contoh Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 10 SMA/MA

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Seni Tari untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

  • ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
  • CP (Capaian Pembelajaran)
  • KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
  • PROSEM (Program Semester)
  • PROTA (Program Tahunan)
  • Modul Ajar

Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Jelajahi Artikel Lainnya