modulmerdeka.com – Bayangkan sebuah kelas yang penuh warna, di mana cat air, kertas, dan kreativitas berpadu. Itulah suasana yang bisa tercipta saat guru menggunakan Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD/MI. Modul ini bukan hanya tentang menggambar atau mewarnai, tapi mengajak siswa memahami makna di balik setiap karya.
Deep learning di dunia pendidikan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.
Menurut riset Journal of Art Education (2022), pembelajaran seni berbasis deep learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa hingga 35% lebih tinggi dibanding metode konvensional.
Dengan modul ini, siswa tidak hanya membuat karya, tetapi juga memahami proses, teknik, dan pesan yang ingin disampaikan melalui seni.
Mencakup mata pelajaran, kelas, semester, dan profil Pelajar Pancasila seperti kreatif dan bernalar kritis.
Guru menilai berdasarkan kreativitas, pemilihan media, kerapian, dan kemampuan siswa menjelaskan makna karyanya.
Di SDN Harapan Baru, Bu Lestari memulai pelajaran dengan cerita “Pelangi di Langit Desa”. Anak-anak lalu diminta melukis pelangi versi mereka.
Hasilnya unik ada pelangi dengan warna tradisional, ada pula yang berwarna emas dan ungu. Setelah selesai, setiap siswa diminta menceritakan makna lukisannya.
Aktivitas ini membuat kelas hidup, penuh tawa, dan sarat makna.
Berdasarkan survei di 15 SD di Jawa Tengah:
Tahapan:

Untuk mendapatkan Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa untuk Kelas 2 SD, silahkan unduh melalui tautan yang kami lampirkan di bawah ini:
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Seni Rupa Kelas 2
Capaian Pembelajaran (CP) Seni Rupa Kelas 2
Jadwal Pelajaran Seni Rupa Kelas 2
Jurnal Mengajar Harian Seni Rupa Kelas 2
KKTP Seni Rupa Kelas 2
PROMES Seni Rupa Kelas 2
PROTA Seni Rupa Kelas 2
1. Apa perbedaan modul seni rupa biasa dengan deep learning?
Deep learning mengajak siswa memahami proses dan makna di balik karya, bukan hanya hasil akhirnya.
2. Apakah modul ini sesuai Kurikulum Merdeka?
Ya, modul ini dirancang sesuai ATP dan CP Kurikulum Merdeka.
3. Bagaimana guru menilai kreativitas siswa?
Melalui kombinasi penilaian proses, portofolio karya, dan presentasi lisan.
4. Apakah teknologi bisa digunakan di kelas seni rupa?
Bisa, misalnya menggunakan aplikasi menggambar digital sederhana.
5. Apakah modul ini bisa digunakan di kelas inklusi?
Sangat bisa, karena aktivitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com