modulmerdeka.com – Bayangkan seorang guru IPA kelas 9 di sebuah SMP/MTs mari kita sebut Bu Rina yang di awal semester merasa bahwa metode ceramah saja sudah mulai membuat siswa “nempel” materi, tetapi begitu ditinggal, banyak yang lupa, atau hanya ‘ikut saja’.
Bu Rina lalu mendengar istilah deep learning dalam konteks pendidikan bukan sekadar teknologi AI, melainkan “pembelajaran mendalam” yang membuat siswa benar-benar memahami konsep, bukan hanya menghafal. Konsep ini berpadu dengan visi Kurikulum Merdeka: memberi ruang bagi pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan kontekstual.
Dalam artikel ini kita bersama-sama menggali bagaimana menyusun modul ajar deep learning untuk mata pelajaran IPA kelas 9 (SMP/MTs) sesuai Kurikulum Merdeka mulai dari definisi, kerangka, contoh-aktivitas, hingga tips implementasi di kelas.
Tulisan ini memanfaatkan hasil riset pendidikan (data ilmiah), memasukkan pendekatan NLP/LSI (kata-konteks yang relevan), dan disajikan dengan gaya santai tapi tetap profesional.
Untuk mendapatkan Modul Ajar Deep Learning IPA untuk Kelas 9 SMP/MTs Fase D Kurikulum Merdeka, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:
Dapatkan juga: Perangkat Ajar IPA Kelas 9
Kata “deep learning” sering muncul dalam literatur pendidikan dan teknologi, tetapi dalam konteks pendidikan sekolah kita bisa arti sebagai berikut: pembelajaran yang memungkinkan siswa menghubungkan pengetahuan secara mendalam, mengaplikasikan dalam situasi baru, dan mengembangkan kemampuan berpikir tinggi (higher-order thinking) serta kolaborasi.
Sebagai contoh data ilmiah: sebuah studi menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang berbasis proyek atau desain (design-based learning) dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan siswa, dan kemampuan pemecahan masalah yang termasuk elemen deep learning.
Jadi, jika kita menerapkan modul ajar IPA kelas 9 dengan prinsip-prinsip ini, bukan hanya siswa “mengetahui” konsep, tetapi mereka “memahami”, “menerapkan”, dan “mentransfer” ke kehidupan nyata.
Pada kelas 9 IPA, siswa tengah berada pada periode penting: mereka mulai beralih dari fokus menghafal ke pemahaman ilmiah, mampu melakukan investigasi, diskusi, dan refleksi. Dengan modul yang dirancang untuk deep learning, maka manfaatnya antara lain:
Oleh karena itu, modul ajar yang dirancang dengan mindset deep learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA kelas 9 secara signifikan.
Mari kita susun kerangka modul ajar yang bisa digunakan oleh guru. Struktur ini fleksibel tetapi disesuaikan dengan karakteristik Kurikulum Merdeka yaitu memberi ruang diferensiasi, refleksi, dan aktivitas nyata.
Contoh:
Berikut contoh alur aktivitas yang mendukung deep learning:
Penilaian mengikuti format Kurikulum Merdeka yang menekankan proses, produk, dan refleksi. Contoh:
Gunakan berbagai media seperti video pendek fenomena nyata, simulasi interaktif (jika tersedia), alat eksperimen sederhana (bola, lintasan, stopwatch), worksheet, dan jurnal siswa. Modul ini juga bisa dikaitkan dengan fitur digital atau daring untuk memperkaya pengalaman belajar.
Mari kembali ke Bu Rina. Setelah menyusun modul seperti kerangka di atas, dia memulai kelas dengan cerita skateboarder. Siswa antusias karena fenomena itu “nyata” dan dekat dengan kehidupan mereka.
Dalam kelompok, mereka merancang eksperimen lintasan miring menggunakan papan kayu dan bola ping-pong. Ketika hasilnya berbeda antara kelompok, muncul diskusi panas: “Kenapa bola kelompok kita berhenti lebih cepat? Apakah karena gesekan lebih besar atau lintasan lebih kasar?”
Diskusi menjadi hidup dan bukan hanya guru menjelaskan. Siswa berbagi, berbantahan, lalu membuat refleksi tertulis. Hasilnya: sebagian besar siswa mengungkap “ah, ternyata energi potensial berubah jadi kinetik, lalu sebagian hilang karena gesekan” bukan hanya “bola turun karena gaya gravitasi”.
Bu Rina kemudian menambahkan tantangan untuk kelompok cepat: “Bagaimana jika bola itu dibuat meluncur di atas es plastik? Bagaimana perubahan kecepatan dan jarak?” Ini membuat kelompok melakukan eksperimen lanjutan dan mencatat data.
Dalam evaluasi, Bu Rina melihat bahwa siswa yang biasanya pasif sekarang lebih interaktif, muncul pertanyaan-pertanyaan dari siswa (“Pak/Bu, kalau lintasan lebih panjang terus miringnya dikurangi, apa yang terjadi?”). Mereka jadi lebih “mengingat” karena mereka yang ‘menemukan’ bukan hanya menerima.
Cerita seperti ini bisa terjadi di sekolah Anda juga. Modul ajar berprinsip deep learning memberi kesempatan pada siswa dan guru berkolaborasi, bereksperimen, dan merefleksikan sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Ada sejumlah studi yang mendukung bahwa pembelajaran yang melibatkan keterlibatan aktif, refleksi, dan ruang untuk transfer pengetahuan (inti dari deep learning) berkontribusi pada hasil belajar yang lebih baik. Sebagai contoh:
Dengan demikian, ketika kita menciptakan modul ajar untuk IPA kelas 9 dengan kerangka seperti di atas, kita bukan sekadar “ikut mode”, melainkan berdasar riset bahwa model pembelajaran seperti ini mendukung pembelajaran yang bermakna dan tahan lama.
Tentu, membuat dan melaksanakan modul ajar deep learning tidak tanpa tantangan baik dari sisi guru, siswa, maupun fasilitas. Berikut beberapa poin dan solusi:
Kurikulum Merdeka menekankan siswa sebagai pembelajar aktif, guru sebagai fasilitator, dan penilaian yang variatif serta reflektif. Modul ajar yang berprinsip deep learning sangat cocok dengan visi ini karena:
Dengan demikian, modul tersebut tidak hanya “mengikuti” Kurikulum Merdeka tetapi mengimplementasikan esensi nya dalam kelas IPA kelas 9.
Kalau kita kembali ke kisah Bu Rina, kita lihat bahwa modul ajar deep learning membawa perubahan: dari kelas yang pasif ke kelas yang hidup, dari hafalan ke pemahaman, dari guru berbicara ke siswa bertanya, bereksperimen, dan merefleksi.
Jika Anda sebagai guru IPA kelas 9 mempertimbangkan untuk menyusun modul serupa, maka Anda berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Jadi, langkah Anda selanjutnya:
Modul ajar deep learning untuk IPA kelas 9 bukan sekadar “tren”, melainkan respon terhadap kebutuhan agar siswa benar-benar belajar, memahami, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Semoga modul ini menjadi inspirasi di sekolah Anda, dan semoga siswa Anda menjadi pembelajar yang aktif, kritis, kreatif, dan penuh rasa ingin tahu.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com
Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com